Pengembangan Aksi Nyata Metode Pembelajaran Cooperativ Learning dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Pelajaran Seni Budaya Materi Membatik Tulis Teknik Colet

Dari waktu ke waktu tantangan perubahan pada wilayah pendidikan semakin komplek dan bervariatif. Dari segi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah masuk pada era digital. Dari segi sosial budaya saat ini tengah berada pada era disrupsi ditambah dengan kondisi pandemi covid-19 yang memaksa interaksi sosial antar personal harus berbatas dan berjarak. Hal ini menuntut guru sebagai fasilitator pembelajaran untuk terus dapat mengelaborasi segenap kemamppuan dan kompetensinya agar dapat terus berada pada keadaan yang harmonis dinamis dalam melayani peserta didiknya. 

Berbagai strategi dan model pembelajaran layak untuk diupayakan dalam menghadapi situasi dan kondisi yang serba tidak menentu seperti saat ini. Agar kebermaknaan proses pembelajaran dapat terus diupayakan untuk peserta didik. Di tingkat sekolah menengah atas, peserta didik menjalani proses pembelajaran dikelas saat ini sudah sangat berbeda dengan masa-masa sebelum adanya darurat covid-19. Kalau di masa-masa sebelumnya, peserta didik dan guru dapat selalu bertemu dan bertatap muka dikelas sesuai dengan jadwal pembelajaran, maka itu tidak selalu berlaku pada era saat ini. Semua aktifitas-aktifitas yang bersinggungan dengan orang lain, harus dibatasi dengan diberlakukannya protokol kesehatan. Maka, bagaimanapun caranya guru hendaklah dapat menyiasati kebijakan seperti ini secara dinamis, kreatif dan inovatif. 

Ada banyak platform belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa, maka dengan adanya fasilitas inilah gaya belajar dan tradisi baru dalam hal belajar dapat disesuaikan. Siswa dan guru dapat saling berbagi hal-hal baru dalam penggunaan media belajar secara digital. Karena hanya mengandalkan metode konvensional maka ketercapaian belajar nampaknya akan sulit dipenuhi. Bukan berarti metode konvensional ditinggalkan begitu saja namun perlu adanya kombinasi yang efektif agar dapat diterapkan pada kondisi saat ini. 

Project Based Learning 
Sudah bukan hal baru lagi mengenai model ini di dunia pendidikan. Setiap guru yang terus melakukan proses pembelajaran bersama siswa tentu pernah mengalami metode ini. Ya, project based learning, memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik untuk dapat mengenal satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, diharapkan akan muncul rasa empati secara natural yang timbul dari pengalaman belajar yang dilakukan. Brandon Goodman dan J. Stiver mendefinisikan Project Based Learning sebagai sebuah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Dari setiap bagian dalam proses yang dilalui peserta didik bersama kelompok, akan memberikan penanda pada fase dalam proses tumbuh kembang peserta didik.
Gambar : Siswa sedang praktik membatik tulis bersama kelompok
Sumber : Doc. Penulis
Pembelajaran Berdiferensiasi
Praktik baik yang tampak pada pola pembelajaran project based learning ini, pada pelaksanaannya di pembelajaran akan nampak pada setiap tahapan-tahapannya. Contohnya pada gambar yang telah disajikan diatas menunjukkan aktifitas siswa yang cukup aktif memberikan kontribusi sesuai dengan ketrampilannya masing-masing.
Siswa akan dengan inisiatif berupaya untuk melibatkan dirinya dalam proses penyelesaian proyek yang sedang dikerjakan bersama kelompok. Keaktifan personal dalam kelompok menjdai salah satu faktor keberhasilan proyek dalam memenuhi target penyelesaian yang telah disepakati bersama pada awal proyek tersebut disampaikan.

Pada pembelajaran Batik Tulis misalnya, untuk siswa yang lebih mahir dalam proses mencanting (menuliskan lilin malam pada kain) maka bagian ini menjadi wilayah kreasi penuh mereka, namun demikian setiap personal dalam anggota diupayakan memperoleh pengalaman yang sama pada tahap ini agar pengalaman belajar dalam membatik tulis juga dapat dialami. 

Gambar : Siswa sedang praktik mencanting bersama kelompok
Sumber : Doc. Penulis
Pada metode pembelajaran ini setiap peserta didik diharapkan mempunyai pengalaman yang beragam atas proses kerja penyelesaian proyek bersama kelompoknya. Dari tahapan-tahapan yang dilalui, mereka akan mendapatkan ketrampilan spesifik menurut mereka pengalaman mereka masing-masing setelah melalui setiap bagian dalam pembelajaran membatik tulis ini.

Selanjutnya pada bagian lain, kelompok yang dapat mengelola proyeknya dengan baik dan dapat menjalin komunikasi antar sesama personal dalam kelompok, maka akan dapat mencapai proses yang lebih cepat dari kelompok lainnya.Dengan demikian, hasil dari proyek kerja yang dilakukan dengan kelompok akan dapat segera di ketahui hasilnya. 

Gambar : Siswa sedang praktik mewarna batik bersama kelompok
Sumber : Doc. Penulis
Setelah semua tahapan - tahapan dalam kerja proyek berkelompok ini selesai, maka perlulah dilakukan sebuah presentasi dan evaluasi bersama guru untuk menganalisa hal-hal yang kiranya belum dilakukan secara optimal dalam kerja tim, agar masing-masing dalam kelompok maupun antar kelompok dapat mengambil nilai dan pesan penting selama pembelajaran ini dilaksanakan mulai dari tahap awal hingga tahap akhir.

Gambar : Guru bersama siswa melakukan evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan
Sumber : Doc. Penulis

Demikian kurang lebih mengenai salah satu pengalaman pembelajaran yang saya lakukan bersama peserta didik saya di mata pelajaran seni budaya (Seni Rupa) di SMA Negeri 1 Malang pada materi Membatik Tulis Teknik Colet.

Semoga bermanfaat bagi pembaca.
Terimakasih,





Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.3.A.7 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL – PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID